Senin, 02 November 2009

Hibernasi














Sejenak menjauh dari hingar bingar ibukota.
Rutinitas tak berkesudahan terkadang membuat kita mati rasa.
Ya, mati rasa.
Mati rasa terhadap semua hal yg orang lain bilang indah.
Indahnya hidup di ibukota untuk mengejar impian.
Indahnya hidup di ibukota untuk mencari berlian.
Bagiku, itu semua nonsense.

Rutinitas tak punyai romansa.
Dan saat keadaannya menjadi seperti itu, tak ada lagi yang terlihat indah.
Saat momen2 kecil bisa membuat kita tersenyum.
Saat kebersamaan membuat kita lebih bahagia.
Kau tahu? Itu sudah basi!
Tak ada lagi cerita indah.
Lebih dari sulit untuk bisa ciptakan lagi romansa.
Eksotisme yang harus dibayar dengan sangat mahal kali ini, kawan!

Aku ingin sejenak menutup buku.
Ingin pergi melihat dunia luar.
Ingin keluar dari kosa kata "Hai" dan "Sedang Apa"
Ingin kembali menikmati waktu yang masih ada untukku.
Aku pergi dulu.

Selasa, 27 Oktober 2009

seperti perempuan murahan..





















terlalu lelah bicara.
terlalu lelah berusaha.
sekuat tenaga untuk mengerti.
tanpa imbalan dimengerti.
banyak kata tak mencerminkan segalanya.
karna yg akan mereka lihat hanya kemasan luarnya saja.

seperti apa kauingin dipersepsikan oleh orang lain???
kau hanya seorang wanita murahan!
banyak kata yg kau ucap utk jelaskan semua pedih hidup, takkan ada yg mau dengar!
mereka hanya mau peduli dgn tampilanmu dari luar.
cantik. menggoda. seronok.
ya, itu yang kau jual.
tanpa mereka tau apa isi hatimu.
seperti apa dirimu.
seperti apa hidupmu.
seperti apa perjuanganmu untuk bisa merasakan artinya hidup.

Rabu, 21 Oktober 2009

Last Option



















Seorang teman bercerita padaku akan arti sebuah "option"
Bagaimana satu kata sederhana itu bisa berarti teramat sangat besar bagi kehidupan.
Ya, besar. Terlalu sederhana bila kita berpikir hanya secara matematis.
Betapa probabilitas bisa ditentukan.
Betapa teori relativitas menjadi gamang.

Kau tahu?
Betapa seorang manusia menjadi mahluk sempurna karena mereka punya akal dan hati?!
Yang bisa menggunakan akal mereka saat harus berpikir.
Dan bisa menggunakan hati mereka saat harus berempati.
Apa kau yakin semua manusia bisa menggunakan akalnya dan hatinya sebaik mungkin?
Kuyakin tidak. dan semua pasti sepakat untuk satu hal ini.

Terlalu banyak pengecut diluar sana yang lari dari kenyataan.
Lari dari sesuatu yang seharusnya mereka hadapi.
Kau tahu? Dia tak gunakan akal sehatnya, terlebih hatinya.
Terlalu takut untuk menggunakan akalnya demi bertanggung jawab pada kehidupan.
Dan terlalu naif untuk menggunakan hatinya demi menyelamatkan hati yang lain.

Hidup memang misteri.
Dan manusia tak pernah bisa ditebak isi hatinya.
Saat waktu mulai mendekat dan kau dihadapkan pada suatu pilihan.
Siapapun tak ingin menjadi "pilihan terakhir"
Sebuah manifestasi dari ketakutan dan pencarian akan rasa aman.
Aman dari sesuatu yang bersifat menjijikan.
Dari sebuah opsi yang gagal dan lalu mencari peruntungan di opsi berikutnya.
Betapa oportunisnya.
Namun harus kita akui bersama, terkadang kita bisa menjadi seperti itu.
Meskipun itu menjijikan, akuilah!!

Menjadi "the last option" tidak pernah menyenangkan.
Seperti halnya pemain pengganti tim basket di sebuah turnamen.
Bila pemain inti baik baik saja. Sang pemain cadangan takkan turun ke lapangan.
Mereka menyebutnya "pelengkap penderita"
Dan menjadi pemeran pengganti TAK PERNAH MENYENANGKAN. CENDERUNG MENGHINAKAN.
Ini berlaku bagi saya, dan bagi kamu. Ya, kamu yang baca tulisan saya.


Kudedikasikan untuk http://insomniaakut.wordpress.com/

Kamis, 08 Januari 2009

rutinitas



setiap hari
pergi pagi pulang petang..
berangkat dengan tekad besar, pulang dengan peluh kering..

Apa yang kau cari hai perempuan?
sementara perempuan lain diam di rumah, kau malah kelayapan..

Apa yang kau cari?
Bila bahagia yang kau cari, kau terlambat!
kereta sudah berangkat..

fiuh..
mencoba menyelami kembali rutinitas..
mencoba menikmati hidup dengan membuka halaman yang sama setiap harinya..
BERHARAP UNTUK TERWARNAI ...

Rabu, 10 Desember 2008

luka




apa yang kita lempar ternyata adalah apa yang akan kita dapati..
jika begini hukumnya,
kenapa kita sering cuma melempar soal2 yang hanya akan melukai hati sesama belaka..
maka tidak aneh,
jika sering begitu maka banyak luka di hati kita sendiri..

Jumat, 31 Oktober 2008

ponco kerah sabrina




kawan..
pernahkah kamu saat sedang asik bermotor dan bersendagurau dgn temanmu,
tiba2 terguyur hujan??
ya..
itu saya dan kawan saya yg autis..
tadi malam,,pukul 08.30,,tepatnya di depan bsm,,setelah mengantar teman saya yg autis itu ke bec,cari laptop titipan abangnya..tiba2 hujan yg tadinya hanya sebesar kencing monyet (ebtanas smp thn'2001), malah jauh lebih besar daripada sebelumnya..
kontan saja, saya dan kawan saya yg autis itu jadi kalang kabut..
akhirnya kami berdua, saya dan kawan saya yg autis, menggiring motor ke pinggir,,niatnya mau neduh..
tiba2 saya ingat,,di bagasi motor ada ponco milik kawan saya yg tertinggal,,dan entah kenapa, dia, kawan saya yg punya ponco itu memaksa utk menitipkan saja ponconya di bagasi motor saya, dgn dalih bahwa dia masih ada ponco cadangan yg bisa dipakainya kalau tiba2 kehujanan..
oke,,lalu saya buka saja bagasi motor saya, dan saya ambil ponco itu sambil kebingungan. berikut ini dialognya..

saya : "tink, ni ponco gimana sih pakenya??"
atink : "teuing atuh rum, uda lu pake aja dlu, masukin kepala lu ke yg bolong nih!"
saya : (sambil riweuh buru2 make ponco, bisi keburu jibreug)
atink : (tiba2 bingung melihat wujud saya setelah ponco itu nempel di badan saya)
saya : "atink!!!!naha ieu bolong!!naha ponco teh kerahna sabrina!!!"
atink : "huahahahhahahhahahhahahahhahah" (tertawa ngakak khas kawan saya yg autis)
saya : "edan tink,,,,naha kieu!!!embung ah..udah buka aja lagi!!"
atink : "eh rum,,geus pake weh,,kagok!!kagok baseuh!!jeung kagok era!!hahahhahaha"
saya : "Gamauuuu...gw nampak bodoh,,itu tukang gorengan make jeung ningalikeun
deuih,,era tink!!!"

saat kami berdua sedang pahereng2 di atas motor,,tiba2 itu hujan, reup,,berhenti doooooongg!!!!
padahal saya udh kadung pake ponco yg kerahnya sabrina, dan yg kalo dipake, air hujan tetep aja masuk,,dan kelek angger baseuh,,sungguh dingin yg tanggung..
si atink cuma sura seuri sambil noyor kepala saya, karena dia keukeuh pengen saya pake ponco balangsak itu..
akhirnya sejalanan dr gatsu-margahayu,,kami berdua banyak seserian,,
kagok bodoh,,jadilah kami berdua foto2 ditengah gerimis yg romantis (tp tidak utk kami,lines?no way!)

dan kamu tau??ternyata kawan saya yg punya ponco itu memang sengaja meninggalkan ponconya di bagasi motor saya karena dia ingin saya pakai ponco itu dan terlihat bodoh..ahahhaha...

aku dibodohi ponco kerah sabrina..

Kamis, 23 Oktober 2008

ada teman buatku senang

persahabatan,,bagai kepompong,,
mengubah ulat menjadi kupu-kupu,,
persahabatan,,bagai kepompong,,
hal yang tak mudah berubah jadi indah,,



pernahkah kamu berpikir
apa jadinya kamu tanpa teman?

rindukah kamu,,
dengan kekonyolan yang selalu buatmu tertawa
dengan rengkuhan mereka yang bisa buatmu tenang
dengan semangat mereka yang mampu membuatmu kembali kuat..

aku rindu mereka..